Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 31-03-2025 Asal: Lokasi
Tarif pemerintah AS terhadap produk aluminium dan baja Tiongkok telah mengalami peningkatan yang signifikan sejak tahun 2018. Awalnya menargetkan barang-barang tertentu berdasarkan Pasal 301, namun cakupannya diperluas secara bertahap hingga mencakup hampir semua barang olahan aluminium pada tahun 2024. Putaran terakhir, yang berlaku efektif pada bulan Januari 2025, menaikkan tarif pada semikonduktor menjadi 50%, kendaraan listrik menjadi 100%, dan baja/aluminium menjadi 25% (Tabel 1). Kebijakan-kebijakan ini bertujuan untuk “melindungi keamanan nasional” dan mengatasi anggapan “praktik perdagangan tidak adil”, termasuk subsidi dan kelebihan kapasitas.

| Kategori Produk | Tarif Tarif 2018 | Tarif Tarif 2025 | Perubahan Utama |
|---|---|---|---|
| Produk Aluminium | 0–7,5% | 25% | Mencakup 33 subkategori (misalnya, lembaran, foil) |
| Produk Baja | 0–7,5% | 25% | Dikombinasikan dengan tarif Pasal 232 |
| Semikonduktor | 25% | 50% | Efektif Januari 2025 |
| Kendaraan Listrik | 25% | 100% | Menargetkan produsen kendaraan listrik Tiongkok |
Penurunan Volume Ekspor: Pada tahun 2023, ekspor aluminium Tiongkok yang terkena dampak tarif Pasal 301 melebihi 320.000 metrik ton, termasuk 88.000 ton pintu/jendela aluminium dan 6.100 ton alat kelengkapan pipa (Departemen Perdagangan Shandong, 2024). Dengan kenaikan tarif sebesar 25%, harga produk-produk ini menjadi kompetitif di pasar AS.
Pengalihan Pasar: Eksportir Tiongkok telah mengalihkan fokus ke kawasan seperti Asia Tenggara dan Timur Tengah, di mana permintaan bahan konstruksi aluminium meningkat. Namun, diversifikasi ini menghadapi tantangan karena hambatan perdagangan regional dan biaya logistik.
Gangguan Perdagangan Global: Perang dagang AS-UE pada tahun 2025, yang dipicu oleh tarif baja/aluminium yang saling berbalas, telah menciptakan ketidakpastian di pasar global. Tarif balasan UE terhadap barang-barang AS senilai $26 miliar (misalnya wiski, sepeda motor) semakin mempersulit jalur perdagangan bagi perantara Tiongkok.
Meksiko sebagai Pusat Transit: Untuk menghindari tarif AS, beberapa produsen Tiongkok telah mengalihkan produknya melalui Meksiko. Namun, peraturan baru AS-Meksiko kini mengharuskan impor baja/aluminium dilebur atau dicetak di dalam negeri di Amerika Utara, sehingga secara efektif menutup celah ini (Gedung Putih, 2024).
Produksi baja/aluminium dalam negeri AS masih belum mencukupi untuk memenuhi permintaan, sehingga menyebabkan potensi kekurangan dan kenaikan harga untuk industri hilir seperti konstruksi dan manufaktur otomotif (Financial Times, 2025).
Tingkat inflasi AS, yang sebagian didorong oleh biaya yang disebabkan oleh tarif, diperkirakan akan tetap di atas 4% pada tahun 2025, sehingga semakin mengurangi daya beli konsumen.
Pengurangan tarif impor Tiongkok terhadap aluminium dan tembaga daur ulang (berlaku efektif pada Januari 2025) menandakan pergeseran menuju efisiensi sumber daya dalam negeri. Langkah ini dapat menurunkan biaya produksi bagi produsen Tiongkok dan meningkatkan daya saing global mereka.
Inisiatif Sabuk dan Jalan terus mendorong proyek infrastruktur di pasar negara berkembang, menciptakan sumber pendapatan alternatif bagi eksportir aluminium.
Memperkuat Penelitian dan Pengembangan: Berinvestasi pada teknologi aluminium ramah lingkungan untuk menyelaraskan dengan tren dekarbonisasi global.
Memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas: Memanfaatkan kerangka kerja seperti RCEP untuk mengurangi biaya ekspor di pasar ASEAN.
Meningkatkan Transparansi Rantai Pasokan: Mengadopsi sistem pelacakan berbasis blockchain untuk memverifikasi asal produk dan mematuhi peraturan AS.
Tarif aluminium dan baja AS menghadirkan tantangan yang signifikan bagi eksportir Tiongkok, namun strategi proaktif dapat memitigasi risiko. Dengan mendiversifikasi pasar, berinovasi produk, dan terlibat dalam kemitraan regional, perusahaan dapat menavigasi lanskap perdagangan yang terus berkembang. Ketika rantai pasokan global terus melakukan restrukturisasi, kemampuan beradaptasi dan investasi yang berpikiran maju akan menjadi kunci keberhasilan yang berkelanjutan.

Kumparan Aluminium Ditawarkan Oleh Changzhou Dingang Metal Material Co., Ltd
Hubungi Robert Untuk Menanyakan Kebutuhan Anda.
Robert Tang (Penjualan)
robert@cnchangsong.com
0086 159 6120 6328 (whatsapp & wechat)
Kumparan Aluminium 3003 Vs 3105 Vs 1050: Mana yang Terbaik untuk Pembuatan Talang?
15 Pemasok Aluminium Foil Pernis Teratas di Australia untuk Wadah Makanan 2026
15 Pemasok Aluminium Foil Pernis Teratas di Afrika untuk Wadah Makanan 2026
15 Pemasok Aluminium Foil Pernis Teratas di Australia untuk Wadah Makanan 2026
Panduan Utama untuk Mendapatkan Kumparan Trim Aluminium: Yang Harus Diketahui Pembeli Amerika Utara
Aluminium Foil Berlapis Warna: Tren Teratas dalam Kemasan Makanan Berkelanjutan 2026
Aluminium Vs. Vinyl Soffit: Mengapa Aluminium Merupakan Pilihan Unggul untuk Proyek Anda
Pengertian Aluminium Gutter Coil: Paduan, Pelapis, dan Spesifikasi
Produk
Aplikasi
Tautan cepat
Hubungi kami